Penyuluh KUA Kaliwates Ingatkan Umat Tentang Pentingnya Perawatan Jenazah

KUAKALIWATES.COM – Penyuluh KUA Kaliwates Jember kembali mendapat kepercayaan untuk memberikan pelatihan perawatan jenazah di sejumlah masjid. Salah satu kegiatan berlangsung di Masjid Baitul Amal Perum Puri Sadewo, Jl. Selamet Riyadi Patrang, yang dipandu langsung oleh KH. Abdurrahman Dawam,14/09,.

Dalam kesempatan itu, beliau menegaskan pentingnya memahami tata cara merawat jenazah sesuai syariat Islam karena hukumnya fardhu kifayah.

“Jika sudah ada sebagian umat yang melaksanakannya maka gugur kewajiban bagi yang lain. Namun jika tidak ada yang mengurus, seluruh umat Islam di wilayah itu menanggung dosa,” tegas KH. Dawam di hadapan jamaah.

Pelatihan ini tidak hanya membekali jamaah dengan keterampilan teknis memandikan, mengkafani, dan menyalatkan jenazah, tetapi juga memberikan pemahaman mendalam tentang makna spiritualnya. Menurut KH. Dawam, merawat jenazah adalah bentuk penghormatan terakhir yang menjadi hak setiap muslim.

“Ini adalah hak jenazah untuk diperlakukan dengan baik, dan hak keluarga untuk memberi penghormatan terakhir. Proses ini menjadi wujud cinta kasih dan kepedulian antar sesama muslim,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya shalat jenazah.

“Shalat jenazah adalah doa yang bukan hanya ditujukan kepada almarhum, tapi juga pengingat bagi kita yang masih hidup tentang kematian,” tambahnya.

Dari sisi sosial, praktik ini memperlihatkan solidaritas umat serta mengajarkan pentingnya kebersihan dan kerapian sebelum jenazah dimakamkan. Melalui perawatan jenazah, masyarakat dapat belajar tentang hakikat kehidupan, kesederhanaan, dan persiapan menuju akhirat.

KH. Dawam menyebut bahwa kegiatan semacam ini harus terus digalakkan di tengah masyarakat.

“Banyak keluarga yang kebingungan ketika ada anggota keluarganya meninggal karena tidak tahu cara merawat jenazah. Maka pelatihan ini sangat penting, agar umat punya bekal ilmu yang bisa langsung diamalkan,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa melaksanakan kewajiban ini bukan hanya membantu keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga menjadi bentuk amal shalih.

Selain itu, ia mengingatkan kembali konsekuensi hukumnya.

“Jika tidak ada seorang pun yang mengurus jenazah, maka semua muslim di daerah tersebut akan berdosa. Inilah bukti bahwa kewajiban fardhu kifayah sangat serius dalam syariat,” tegas KH. Dawam.

Oleh karena itu, ia mendorong setiap muslim untuk memiliki pengetahuan dasar tentang perawatan jenazah agar bisa segera bertindak saat dibutuhkan.

Pelatihan di Masjid Baitul Amal ini pun mendapat sambutan hangat dari jamaah. Banyak yang antusias mengikuti seluruh rangkaian acara, dari praktik memandikan jenazah hingga tata cara mengkafani yang benar. Bagi sebagian peserta, pengalaman ini membuka wawasan baru tentang pentingnya persiapan menghadapi kematian.

“Harapan saya, ilmu yang didapat tidak hanya berhenti di sini, tapi bisa diterapkan di masyarakat. Dengan begitu, kewajiban kita terpenuhi dan umat terhindar dari dosa kolektif,” pungkas KH. Dawam.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *