​Penyuluh Agama Jember Didorong Bersinergi Kuatkan Mutu Pesantren

KUAKaliwates.com — Ratusan Penyuluh Agama Islam se-Kabupaten Jember berkumpul di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jember pada Selasa (28/04). Kehadiran mereka bukan sekadar untuk mengikuti agenda koordinasi dan pembinaan rutin, melainkan membawa misi besar: memperkuat kolaborasi demi meningkatkan mutu pondok pesantren di wilayah Jember.

​Kepala Seksi Pondok Pesantren (Pontren) Kemenag Jember, Akhmad Musta’in Billah, secara khusus mendorong para penyuluh untuk “turun gunung” langsung ke pesantren-pesantren. Ia berharap kehadiran penyuluh dapat membawa dampak nyata bagi tata kelola lembaga pendidikan Islam tersebut.

​”Penyuluh dapat mendampingi pengurusan administrasi hingga manajemen agar pesantren semakin baik ke depannya. Nanti kerjasma dengan pengawas dan Pokja,” ungkap Musta’in di hadapan para peserta.

​Sejalan dengan visi tersebut, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, Akhmad Tholabi, yang turut hadir memberikan pembinaan, menegaskan posisi krusial para penyuluh. Menurutnya, penyuluh adalah garda terdepan Kemenag dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat luas.

​”Pelayanan di KUA itu mencakup balai nikah dan layanan keagamaan. Nah, layanan keagamaan inilah yang menjadi tugas utama para penyuluh,” tegas Tholabi.

​Lebih lanjut, ia merinci cakupan tugas penyuluh yang nyatanya sangat luas dan menyentuh berbagai aspek kehidupan beragama di akar rumput. “Terkait dengan ngaji, masjid, ormas Islam, kesenian, hingga mewujudkan rumah ibadah ramah anak, semuanya dapat didampingi oleh Penyuluh,” tambahnya.

​Arahan dan dorongan dari para pimpinan Kemenag ini mendapat sambutan hangat dari para peserta pembinaan. Mashur Imam, salah satu Penyuluh Agama dari KUA Kaliwates, merespons positif langkah sinergis tersebut. Ia meyakini bahwa perluasan cakupan pendampingan ini akan membuat kiprah penyuluh di tengah masyarakat semakin terasa manfaatnya.

​”Ke depan, kita dapat berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk melayani dan mendukung penyelesaian seluruh masalah keagamaan di masyarakat,” ujarnya penuh optimisme.

​Melalui koordinasi ini, diharapkan para Penyuluh Agama di Jember tidak hanya menjadi penyambung lidah program pemerintah, tetapi juga menjadi agen penggerak yang secara aktif mengawal tata kelola pesantren dan kualitas kehidupan beragama masyarakat. (Mashur Imam)

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *