Penyuluh KUA Kaliwates Tampil di Kompas TV Jember, Sampaikan Islam yang Mudah dan Memudahkan

KUAKALIWATES.COM – Penyuluh Agama Islam KUA Kaliwates kembali mengukir kiprah inspiratif dengan hadir di layar kaca nasional. Kali ini, KH. Abdurrohman Dawwam atau yang akrab disapa Gus Dawam menjadi narasumber dalam program Kompas TV Jember. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan tausiah dengan tema “Kemudahan Hidup dalam Islam”.

Dalam pembukaannya, Gus Dawam mengajak jamaah dan pemirsa untuk selalu memanjatkan rasa syukur kepada Allah SWT serta memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Ia menegaskan bahwa ajaran Islam diturunkan bukan untuk mempersulit, melainkan memberikan kemudahan bagi umat manusia.

“Islam adalah agama yang penuh kemudahan,” ujar Gus Dawam sembari mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 185:

يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَۖ

“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu…”

Ayat tersebut, jelas beliau, memang turun berkaitan dengan hukum puasa, namun maknanya berlaku luas dalam seluruh aspek syariat Islam. Sejumlah contoh rukhsah (keringanan) pun diberikan: musafir dan orang sakit boleh berbuka saat Ramadhan, orang yang tidak mampu berdiri dapat shalat sambil duduk, hingga keringanan bertayammum ketika tidak ada air.

Lebih lanjut, Gus Dawam menegaskan bahwa prinsip memudahkan juga menjadi sunnah Nabi Muhammad SAW.

Beliau juga membacakan redaksi hadis berikut ini:

أنَّ النبي-صلى الله عليه وسلم- بَعَثَهُ وَمُعَاذًا إلى اليمنِ، فقال: «يَسِّرَا ولا تُعَسِّرَا، وبَشِّرَا ولا تُنَفِّرَا، وتَطَاوَعَا ولا تَخْتَلِفَا». رواه البخاري برقم (3038) ومسلم برقم: (1733)، من حديث أبي موسى الأشعري -رضي الله عنه-

Melalui hadis tersebut, Gus Dawam menekankan bahwa prinsip dakwah dan muamalah dalam Islam adalah memberi kemudahan, bukan menambah beban. Rasulullah SAW senantiasa memberikan teladan: beliau memilih cara ibadah yang paling ringan namun sah, selalu ramah menyapa, dan tidak pernah memaksakan sesuatu di luar kemampuan umatnya.

Namun demikian, Gus Dawam mengingatkan bahwa kemudahan bukan berarti bermudah-mudahan atau bebas melanggar aturan. “Kemudahan dalam Islam harus dipahami sebagai keseimbangan antara syariat dan kemampuan manusia. Islam memberi keringanan, tapi tetap ada rambu-rambu yang harus dijaga,” tegasnya.

Di akhir tausiahnya, beliau mengajak umat untuk menjadikan prinsip kemudahan ini sebagai pedoman hidup sehari-hari. Baik dalam ibadah, interaksi sosial, maupun dakwah, umat Islam diminta untuk menghindari sikap yang mempersulit orang lain.

“Semoga Allah menjadikan hidup kita lebih ringan, penuh keberkahan, dan senantiasa dalam naungan rahmat-Nya,” pungkas Gus Dawam menutup tausiah.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *