Tingkatkan Sumber Daya Masjid! Akademika UIN KHAS Gandeng Sivitas KUA Kaliwates Kuatkan Peran Perempuan
KUAKALIWATES.COM – Perempuan memiliki potensi besar dalam memajukan peran masjid, tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat sosial masyarakat. Potensi inilah yang coba dipupuk dalam acara pendampingan perempuan Masjid Al Ikhlas Griya Mangli, Kecamatan Kaliwates, Jember, pada Minggu malam (18/08).
Kegiatan yang digelar dengan tema “Revitalisasi Sumber Daya Sosial Masjid Berbasis Kesadaran Gender” ini menjadi bagian dari program Masjid Resources Development (MRD) yang dijalankan oleh KUA Kaliwates. Dalam kesempatan tersebut, hadir pula sivitas akademika dari Universitas Islam Negeri Kiai Haji Ahmad Shiddiq (UIN KHAS) Jember sebagai pendamping kegiatan.
Drs. Imam Syafi’i, M.Pd.I., salah satu dosen UIN KHAS Jember yang hadir sebagai tutor, menegaskan bahwa peran perempuan di masjid selama ini seringkali masih terpinggirkan. Padahal, menurutnya, perempuan bisa menjadi motor penggerak kesejahteraan dan kemakmuran masjid.
“Selama ini, jajaran ta’mir masjid banyak diisi oleh laki-laki. Namun, di Masjid Al Ikhlas ini kita mulai bisa menggagas lahirnya komunitas perempuan yang turut mensejahterakan masjid dan jamaahnya,” jelas Imam Syafi’i di hadapan peserta.
Resonansi positif juga datang dari Ririn Athifatul Umam, S.Ag., Penyuluh Agama Islam KUA Kaliwates. Ia menilai keterlibatan akademisi dari UIN KHAS Jember menjadi pintu masuk kolaborasi yang kuat antara lembaga pendidikan tinggi, KUA, dan masyarakat masjid.
“Kehadiran para akademisi memberikan angin segar. Apalagi KUA Kaliwates selama ini telah menjalankan program MRD, salah satunya berupa penguatan daya sosial masjid. Kehadiran komunitas perempuan yang didampingi dosen UIN KHAS tentu akan semakin memperkuat peran masjid dalam kehidupan sosial,” ungkap Ririn.
Hal senada juga disampaikan oleh Dr. Martoyo, M.H.I., selaku takmir Masjid Al Ikhlas Griya Mangli. Ia mengapresiasi langkah kolaboratif ini dan berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkesinambungan.
“Semoga kegiatan seperti ini bisa berkelanjutan. Jika perempuan diberikan ruang yang lebih besar dalam pengelolaan masjid, saya yakin dampaknya akan terasa luas, tidak hanya bagi jamaah tetapi juga masyarakat sekitar,” ujarnya.
Acara yang diikuti puluhan perempuan jamaah Masjid Al Ikhlas itu berjalan hangat dan penuh antusiasme. Diskusi yang terbangun menekankan bahwa masjid bukan hanya milik laki-laki, tetapi juga ruang aman dan produktif bagi perempuan.
Kolaborasi KUA Kaliwates dengan UIN KHAS Jember ini menjadi bukti bahwa penguatan masjid sebagai pusat peradaban dapat terwujud melalui sinergi lintas lembaga. Dengan adanya komunitas perempuan masjid, diharapkan lahir berbagai program sosial, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi yang berakar dari masjid untuk kesejahteraan umat.
