Cegah Pernikahan Dini! BRUS KUA Kaliwates di SMP Negeri 6 Jember Upayakan Masa Depan Siswa Cemerlang

KUAkaliwates.com— Masa remaja merupakan fase penting dalam perjalanan tumbuh kembang seseorang. Pada masa ini, remaja mulai mengenal berbagai hal baru, termasuk ketertarikan kepada lawan jenis. Untuk memberikan pemahaman dan pendampingan yang tepat, KUA Kaliwates melaksanakan kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di SMP Negeri 6 Jember,09/09.

Kegiatan tersebut diisi oleh Mashur Imam, M.E., Penyuluh Agama Islam KUA Kaliwates, dan Reza Atho’illah, S.Sos.I., Penghulu Ahli Pertama. Para siswa kelas IX mendapatkan edukasi mengenai kehidupan remaja, penguatan karakter, pentingnya pendidikan, serta upaya mencegah pernikahan dini.

Suasana kegiatan berlangsung cukup interaktif dan sesekali diwarnai momen lucu. Ketika peserta diajak berbicara mengenai ketertarikan kepada lawan jenis dan ditanya mengenai siapa yang menjadi crush mereka, beberapa siswa dan siswi tampak malu-malu untuk mengungkapkannya. Respons tersebut menunjukkan bahwa para siswa pada usia mereka telah mulai mengenal dan merasakan ketertarikan sebagai bagian dari proses perkembangan diri.

Kepala Sekolah SMP 6, Rahmat Eko Hariyanto, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama lembaganya dengan KUA Kaliwates. Menurutnya, SMP 6 memang rutin berkolaborasi dengan banyak instansi, targetnya untuk masa depan siswa-siswanya. `

“kegiatan ini sangat diharapkan dapat meningkatkan kualitas siswa kami”, ujarnya.

Namun, BRUS tidak bertujuan untuk melarang remaja memiliki rasa suka atau ketertarikan kepada lawan jenis. Sebaliknya, kegiatan ini menjadi ruang untuk memvalidasi perasaan tersebut sekaligus memberikan pemahaman bagaimana cara menyikapinya secara sehat, bijak, dan bertanggung jawab.

Para siswa diberikan pemahaman bahwa memiliki rasa suka merupakan hal yang wajar. Yang menjadi penting adalah bagaimana perasaan tersebut tidak membuat mereka kehilangan fokus terhadap pendidikan, terjebak dalam pergaulan yang berisiko, maupun mengambil keputusan besar sebelum memiliki kesiapan yang cukup.

Dalam penyampaiannya, para peserta juga diajak memahami bahwa masa remaja sebaiknya dimanfaatkan untuk belajar, mengenali potensi diri, mengembangkan bakat, membangun karakter, serta mempersiapkan masa depan. Ketertarikan kepada lawan jenis dapat dikenali dan dikelola dengan baik tanpa harus terburu-buru membawanya ke jenjang pernikahan.

Pembahasan mengenai pernikahan dini turut menjadi bagian penting dalam kegiatan. Para siswa diberikan pemahaman mengenai berbagai konsekuensi pernikahan pada usia yang belum matang, mulai dari keberlanjutan pendidikan, kesiapan psikologis, kondisi sosial, hingga kemampuan menjalankan tanggung jawab dalam kehidupan berkeluarga.

Melalui pendekatan yang komunikatif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari remaja, BRUS diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan penyampaian materi, tetapi juga menjadi ruang bagi siswa untuk mengenali dirinya sendiri dan belajar mengambil keputusan secara bijak.

“Harapan saya, dengan adanya kegiatan BRUS ini bisa menekan angka pernikahan dini, sehingga permohonan dispensasi nikah juga dapat menurun. Edukasi kepada remaja sejak usia sekolah menjadi salah satu upaya preventif agar mereka lebih memahami pentingnya mempersiapkan masa depan sebelum mengambil keputusan untuk menikah,” ucap Reza.

Pencegahan pernikahan dini membutuhkan peran bersama. Keluarga, sekolah, pemerintah, serta masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang remaja agar mereka dapat mengejar pendidikan dan cita-cita sebelum memasuki kehidupan berkeluarga.

Kegiatan BRUS di SMP Negeri 6 Jember menjadi salah satu langkah nyata KUA Kaliwates dalam memberikan pendampingan kepada generasi muda. Dengan pemahaman yang tepat, rasa suka tidak perlu menjadi sesuatu yang ditakuti, melainkan dapat menjadi bagian dari proses belajar mengenal diri, mengelola emosi, dan bertumbuh menjadi pribadi yang lebih matang.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *