Hadiri Sosialisasi Pencegahan KIPI, Penghulu KUA Kaliwates: Waspada Gejala Campak!
KUAKaliwates.com – Penghulu Kantor Urusan Agama (KUA) Kaliwates, M Reza Atho’illah S. Sos.I, menghadiri sosialisasi gabungan lintas sektor mengenai pencegahan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dan stunting. Acara penting ini diinisiasi oleh seluruh Puskesmas di wilayah Kecamatan Kaliwates dan digelar pada Rabu (22/10/2025).
Dalam forum yang turut dihadiri oleh Camat, Kapolsek, dan Danramil Kaliwates tersebut, Reza Atho’illah memberikan penekanan khusus pada isu kesehatan anak yang mendesak. Ia menyoroti paparan dari Puskesmas Kaliwates mengenai urgensi imunisasi campak, menyusul ditemukannya Kejadian Luar Biasa (KLB) di Kelurahan Tegal Besar.
”Data yang disampaikan sangat serius. Telah terjadi 10 kejadian campak, dan dua di antaranya sudah terkonfirmasi positif,” ujar Reza saat ditemui usai acara.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menolak imunisasi. Ini adalah ikhtiar kita bersama melindungi anak-anak,” tambahnya.
Reza juga meminta masyarakat untuk mengenali gejala awal campak, sesuai yang dipaparkan tim medis dalam sosialisasi tersebut.
“Waspadai jika anak mengalami demam tinggi, batuk, pilek, dan sakit tenggorokan. Gejala khas lainnya adalah mata merah dan munculnya ruam kulit. Jika itu terjadi, segera bawa ke fasilitas kesehatan,” tegasnya.
Pihak Puskesmas Kaliwates menambahkan bahwa untuk mengejar cakupan imunisasi, saat ini sedang dilaksanakan program Imunisasi Tambahan Anak Sekolah (ITAS). Program ini menyasar anak-anak usia 9 hingga 16 tahun untuk memastikan kekebalan komunal terhadap campak dapat tercapai.
Selain isu campak, sosialisasi ini juga mengupas tuntas masalah stunting. Kepala Puskesmas Mangli memaparkan pentingnya kampanye pola hidup sehat untuk mencetak generasi anti-stunting. Hal ini mencakup pemenuhan imunisasi balita secara lengkap serta memastikan balita mendapatkan asupan protein hewani yang cukup untuk tumbuh kembang optimal.
Sementara itu, Puskesmas Jember Kidul fokus pada materi kesehatan ibu dan anak. Mereka mengingatkan kembali pentingnya pencegahan penyakit menular seperti TBC dan Demam Berdarah Dengue (DBD). Selain itu, ditekankan pula urgensi kepemilikan BPJS Kesehatan bagi ibu hamil untuk menjamin akses layanan kesehatan selama kehamilan hingga persalinan.
Acara ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara fasilitas kesehatan, aparat pemerintah, dan tokoh masyarakat di Kaliwates untuk bersama-sama meningkatkan kesadaran serta derajat kesehatan warga.
