APRI Jember Gelar Pembinaan Penghulu, Perkuat Integritas dan Digitalisasi Layanan
KUAKALIWATES.COM-Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Kabupaten Jember menggelar kegiatan pembinaan penghulu pada hari Minggu dengan menghadirkan narasumber inspiratif, Gus Shampton, S.Ag., M.Si., Kepala Kemenag Kota Malang, 14/09. Acara ini diikuti oleh seluruh penghulu di wilayah Jember, termasuk dari Kecamatan Kaliwates. Tujuan utama kegiatan ini adalah memperkuat integritas serta mendorong digitalisasi layanan agar semakin cepat, transparan, dan profesional.
Dalam materinya, Gus Shampton menekankan pentingnya pembangunan Zona Integritas menuju WBK (Wilayah Bebas Korupsi) dan WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani). Ia juga menegaskan bahwa digitalisasi kantor menjadi langkah strategis untuk meningkatkan pelayanan publik yang lebih efisien. Selain itu, ia memperkenalkan program inovatif dari Kemenag Malang, yaitu PAGAR NIKAH (Pencegahan Gratifikasi Nikah) dan JAGA NIKAH (Jaringan Anti Gratifikasi Nikah).
Menurutnya, penghulu adalah pejabat yang langsung bersentuhan dengan masyarakat sehingga harus menjaga integritas dengan sebaik-baiknya. Ia berpesan agar seluruh penghulu menjadikan syariat Islam sebagai landasan dalam bertugas. “Segala sesuatu yang diberikan atas dasar rasa sungkan, maka hukumnya menjadi haram,” tegasnya. Petuah ini diharapkan menjadi pegangan seluruh ASN penghulu di Jember agar tetap teguh menolak gratifikasi.
Salah satu hal yang menarik perhatian peserta adalah strategi program JAGA NIKAH. Setiap penghulu dibekali kalender khusus yang berisi imbauan penolakan gratifikasi. Kalender ini menjadi sarana sederhana namun efektif untuk menyampaikan pesan secara sopan sekaligus tegas, menjaga marwah profesi penghulu dari praktik-praktik yang melanggar aturan.
Rudi Winarto, S.E., M.M., Analis SDM Kemenag Jember, menyampaikan apresiasinya kepada Gus Shampton yang telah meluangkan waktu di tengah kesibukannya mengikuti MTQ Provinsi. “Besar harapan dengan adanya pembinaan ini, penghulu Jember dapat mengikuti jejak Kemenag Malang yang telah lebih dulu meraih predikat Zona Integritas,” ujarnya.
Acara pembinaan ini menjadi bukti nyata komitmen APRI Jember untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat budaya kerja yang bersih serta profesional. Hal ini sejalan dengan slogan Kemenag Jember, BERSINAR (Bersih, Melayani, Profesional, dan Berintegritas). Melalui pembinaan ini, penghulu di Jember diharapkan mampu menghadirkan layanan pernikahan yang bebas dari praktik gratifikasi sekaligus adaptif dengan perkembangan digitalisasi, sehingga semakin dipercaya oleh masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung penuh semangat ini juga memperlihatkan keseriusan Kemenag Jember dalam mencetak aparatur yang berintegritas. Langkah-langkah sederhana seperti kalender JAGA NIKAH maupun inovasi digitalisasi pelayanan bukan sekadar program seremonial, melainkan bentuk nyata perubahan menuju birokrasi yang bersih dan terpercaya.
Dengan adanya pembinaan ini, penghulu Jember diharapkan menjadi teladan integritas sekaligus pelopor digitalisasi layanan keagamaan di era modern.
