Rapat Koordinasi dan Pembinaan, Kemenag Jember Kuatkan Peran Penyuluh

KUAKaliwates.com – Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jember menjadi saksi penguatan komitmen para garda terdepan kementerian dalam membina umat. Pada hari ini, Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) melalui Seksi Bimas Islam sukses menggelar Rapat Koordinasi dan Pembinaan yang dihadiri oleh seluruh jajaran penyuluh agama di lingkungan Kemenag Jember,10/01.

Agenda ini menjadi momentum strategis untuk menyamakan persepsi sekaligus merespons tantangan dakwah di era modern.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Dr. Santoso, S.Ag., M.Pd., yang hadir membuka acara tersebut, menyampaikan apresiasi mendalam dan rasa bangganya terhadap dedikasi para penyuluh. Dalam arahannya, Dr. Santoso menekankan pentingnya adaptasi teknologi dalam syiar agama.

Ia mendorong para penyuluh untuk tidak hanya terpaku pada metode konvensional, melainkan harus berani melakukan ekspansi dakwah ke ranah digital. Menurutnya, ruang digital adalah ladang amal baru yang harus diisi dengan konten-konten positif dan menyejukkan.

“Saya yakin penyuluh bisa mengambil peran di media sosial. Hal ini sangat penting untuk mendukung peran Kementerian Agama di tengah masyarakat yang kini semakin terkoneksi secara digital,” ucap Dr. Santoso dengan penuh optimisme.

Senada dengan Kepala Kantor, Kasi Bimas Islam Kemenag Jember, Ahmad Tholabi, M.HI., yang hadir sebagai narasumber utama dalam sesi pembekalan, mempertegas posisi vital penyuluh. Ia menggarisbawahi bahwa tugas dan fungsi penyuluh agama merupakan elemen paling urgen dalam struktur kementerian. Menurut Tholabi, kehadiran negara dalam membimbing masyarakat dengan pendekatan agama diejawantahkan melalui kinerja para penyuluh di lapangan.

“Tugas kementerian, ya tugas penyuluh Agama. Ini adalah mandat utama kita untuk membimbing umat,” tegasnya.

Lebih jauh, Tholabi menyoroti aspek teknis yang harus menjadi perhatian serius, yakni penguatan tata kelola kemasjidan atau Idarah. Ia meminta penyuluh untuk aktif mendampingi takmir dalam memanajemen masjid, termasuk menghidupkan kembali fungsi perpustakaan masjid sebagai pusat literasi umat. Ia mengingatkan agar penyuluh memiliki mental memberi dan melayani, bukan sebaliknya. Baginya, kemajuan masjid adalah indikator keberhasilan penyuluh di wilayah binaannya.

“Termasuk perpustakaan masjid harus diperhatikan. Intinya, fokuslah untuk memajukan masjid. Fokus memikirkan masjid, bukan masjid memikirkan anda,” pungkas Tholabi menutup dengan pesan menohok yang menggugah semangat para peserta.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *